Senin, 18 Juni 2018, terjadi peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun (KM Sinar Bangun) yang beroperasi di Danau Toba, Sumatera Utara. Peristiwa yang memilukan ini menelan korban 3 orang meninggal, 18 orang selamat dan masih ada 180 orang masih dalam pencarian. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta ( GMKI Jakarta ) melalui Ketua Cabang, Agung Tamtam Sanjaya, menyampaikan sikap GMKI Jakarta dalam peristiwa ini,

Shalom, Assalamualaikum Wr, Wb.
Om Swasiastu
Namo Budhaya

Dari Salemba Raya No.49, Jakarta Pusat, Saya, Agung Tamtam Sanjaya selaku Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta ( GMKI Jakarta ) seluruh masyarakat Indonesia serta mendoakan keselamatan para pemudik yang sedang melakukan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Pada hari Senin, 18 Juni 2018 pada pukul 17.15 WIB, sebuah kapal motor “bernama” Sinar Bangun (KM Sinar Bangun) tenggelam di perairan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah penumpang lebih dari 150 orang dengan tujuan untuk berwisata ataupun melakukan penyeberangan. Namun naas, terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan 3 orang meninggal, 18 orang selamat serta 180 orang masih hilang (data dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara).
Mendengar dan mengetahui hal ini, saya selaku Ketua GMKI Jakarta menyampaikan bahwa :

1. Ucapan berbelasungkawa kepada keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun serta mendoakan yang terbaik bagi para keluarga korban.

2. Mendesak Kepolisian, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi serta setiap lembaga pemerintah yang bertugas untuk membantu dan menyelematkan korban untuk segera mencari dan memberikan pertolongan kepada para korban yang masih hilang serta mencari sebab-sebab terjadinya kecelakaan laut tenggelamnya KM Sinar Bangun serta evaluasi kinerja angkutan laut di Indonesia

3. Kejadian kecelakaan angkutan laut bukanlah pertama kali terjadi, tetapi sudah berkali-kali terjadi tanpa ada evaluasi serta perbaikan yang signifikan terhadap berjalannya angkutan laut di Indonesia.

4. Pemerintah telah gagal memberikan perlindungan terhadap masyarakat terutama perlindungan dalam bentuk keselamatan menggunakan angkutan umum. Kegagalan ini dalam bentuk lemahnya pengawasan dan kontrol dari pemerintah untuk memantau kondisi kapal, kondisi alat keselamatan di dalam kapal, kualitas awak kapal dan nahkoda serta data penumpang kapal. Kecelakaan laut tenggelamnya KM Sinar Bangun akibat buah ketidaktegasan, keteledoran serta kelalaian pemerintah mengawasi angkutan laut.

5. Mendesak pemerintah serta Presiden untuk segera melakukan evaluasi dan pembenahan angkutan laut di Indonesia baik di tingkat Kementerian Perhubungan RI hingga jajarannya di daerah dan perlu diambil tindakan tegas seperti mutasi ataupun pemecatan terhadap para pegawai negara yang tidak berkomitmen dan tidak berkompeten dalam menjalankan tugas untuk memperbaiki kinerja angkutan laut di Indonesia.

6. GMKI Jakarta menghimbau seluruh masyarakat bahwa objek wisata Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, sangat aman untuk dikunjungi walaupun terjadi peristiwa kecelakaan laut tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Semoga setiap pihak baik pemerintah dan masyarakat ke depan bisa bekerja sama untuk memperbaiki angkutan laut di Indonesia serta kecelakaan laut tenggelamnya KM Sinar Bangun ini menjadi kejadian kecelakaan laut terakhir yang terjadi.

Ttd
Agung Tamtam Sanjaya
Ketua Cabang GMKI Jakarta