Senin, 30 April 2018, Menyikapi insiden persekusi yang dilakukan oleh beberapa oknum terhadap beberapa anggota masyarakat karena perbedaan pandangan politik, Yulius Yohanes Carlos Wawo selaku Wakil Sekretaris Cabang GMKI Jakarta menyatakan kecewa dan menyesalkan adanya kejadian tersebut. “CFD adalah wadah dimana semua pendapat dihargai, apabila terjadi intimidasi dan persekusi terhadap sebuah pendapat, berarti melanggar Undang-Undang Dasar 1945 terkait kebebasan berpendapat”.

GMKI Jakarta menghimbau masyarakat Indonesia, bahwa dalam memasuki Tahun Politik, Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif, semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tetap harus dijaga. Mengungkapkan pendapat adalah hal yang dijamin oleh Konstitusi, tetapi memaksa hingga melakukan intimidasi merupakan kegiatan yang menjurus ke ranah pidana.

GMKI Jakarta juga meminta kepada para elite politik yang berpartisipasi dalam pemilu presiden dan pemilu legislatif untuk mengedepankan perilaku saling menghormati, saling berbesar hati dan berkompetisi dengan baik tanpa melanggar kaidah hukum.

Carlos juga mengajak seluruh stakeholder di Jakarta dan seluruh warga Jakarta untuk mengembalikan fungsi CFD sebagai tempat silahturahmi warga Ibukota serta tempat untuk menyalurkan bakat dan kreativitas warga Ibukota. “Banyak karya dan potensi bisnis yang bisa dihasilkan di CFD Jakarta, jangan ini dirusak oleh beberapa oknum karena perbedaan pandangan politik”, terang Carlos.

GMKI Jakarta juga kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mensukseskan berjalannya Pilkada Serentak, Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden RI, dengan menjaga kondusifitas serta mengambil peran aktif dalam kegiatan pilkada serentak Tahun 2018 dan pemilu Tahun 2019.