GMKI Jakarta: “Perlunya Pendidikan Karakter yang Berwawasan Kebangsaan”

Dalam diskusi lintas generasi yang diadakan oleh LASTIKA 98, pada tanggal 09 Januari 2018, di Restoran Bumbu Desa, Cikini dengan Tema: “QUO VADIS SOSIO-NASIONALISME INDONESIA?” GMKI Jakarta melalui Ketua GMKI Jakarta, Agung Tamtam Sanjaya S.H bersama narasumber lainnya yaitu Marwan Batubara (Pengamat Energi), Satyo Purwanto (Sekjen Prodem), Niko Adrian (Dosen Fakultas Hukum UKI) serta Karyono (Pengamat Sosial Politik dan Intelijen) membahas terkait bagaimana nilai-nilai Nasionalisme sudah mulai memudar dari masyarakat Indonesia.

Mewakili Generasi tahun 2000-an, Ketua GMKI Jakarta, Agung Tamtam Sanjaya mengatakan bahwa Nasionalisme Bangsa Indonesia berbeda dari Nasionalisme Bangsa lainnya di dunia. “Nasionalisme Bangsa Indonesia lahir dari adanya perbedaan di masyarakat yang kemudian menjadi sehingga dapat mencapai Kemerdekaan”.

Dilanjutkan oleh Agung Tamtam Sanjaya, bahwa Generasi Muda Bangsa Indonesia sekarang ini mulai melupakan hal tersebut. Ini akibat nilai-nilai kemajuan teknologi yang tidak tersaring sehingga kaum muda Bangsa Indonesia sekarang ini menjadi Individualis, Hedonis, Apatis dan Acuh terhadap persoalan Bangsa.

Diterangkan pula oleh Agung Tamtam Sanjaya, memudarnya nilai Nasionalisme di kaum muda juga karena kegagalan dunia Pendidikan Indonesia menanamkan nilai-nilai Nasionalisme dan Patriotik. “Bangku sekolah dari SD sampai SMA hingga Perguruan Tinggi menjadi penting untuk menanamkan nilai-nilai Nasionalisme, tetapi ini tidak terjadi di Negara kita”.

karena Nasionalisme yang memudar, Kaum Muda Bangsa Indonesia sekarang ini kehilangan identitasnya sebagai Bangsa Indonesia, sehingga akhirnya mudah terpengaruh HOAX, mudah menaruh dendam dan benci kepada sesamanya serta apatis dalam menghadapi permasalahan sosial di sekiatrnya.

Selaku Ketua GMKI Jakarta, Agung Tamtam Sanjaya mencoba untuk mengatasi permasalahan ini dengan sering mengadakan diskusi dengan setiap tokoh mahasiswa, pemuda, agama dan pemerintahan, kemudian turun ke masyarakat untuk menyebarkan pemikiran dan gagasan tentang persatuan dan kesatuan.

Dan melalui forum diskusi ini, Agung Tamtam Sanjaya menyerukan bahwa Kaum Muda sekarang harus banyak membaca literatur yang terpercaya agar tidak mudah terpengaruh HOAX dan mendesak pemerintah untuk aktif menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.”Pemerintah harus memulai Pendidikan Karakter yang Berwawasan Kebangsaan di sekolah-sekolah dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi”. tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *