Diskusi Publik Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta, Banyak Janji Presiden Jokowi tidak ditepati

Diskusi Publik Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta, Banyak Janji Presiden Jokowi tidak ditepati

 

Jakarta, 20 Oktober 2017, bertempat di Kedai Kopi Perjuangan, Jakarta Pusat, Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta melakukan kegiatan diskusi publik Kebangsaan dengan Tema: “Pemuda dan Mahasiswa Menyikapi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla”. Dalam kegiatan tersebut hadir para perwakilan Kelompok Cipayung DKI Jakarta sebagai Narasumber yaitu Carlos Wawo sebagai Wakil Sekretaris GMKI Jakarta, Adim Rajak sebagai Ketua HMI Jakarta Pusat-Utara, Blasius Jacky sebagai Ketua GMNI Jakarta Pusat serta Adi sebagai Sekjen GPII Jakarta Pusat.

Dalam penyampaiannya, Carlos Wawo menyampaikan bahwa Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla telah melanggar janji-janji politiknya dalam nawacita serta tidak melaksanakan amanat UUD 1945.

“Banyak pasal dalam UUD 1945 tidak dijalankan oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, serta janji politik nawacita tidak ada yang berhasil”

Carlos Wawo juga menyoroti bidang pembangunan manusia dengan jargonnya yaitu Revolusi Mental, yang juga tidak memiliki konsep yang jelas.

“Pembangunan Manusia itu juga membangun jiwa dan karakter, tetapi lihat dunia pendidikan kita dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi amburadul semua, tidak ada yang beres” terangnya.

Dalam kesempatan yang diberikan kepada Ketua HMI Jakarta Pusat-Utara ( Pustara ), saudara Adim Rajak, mengatakan bahwa menyoroti bidang pengelolaan Sumber Daya Alam yang masih saja belum jelas. “Pemerintah masih belum jelas melakukan pengelolaan Sumber Daya Alam dan masih kalah dengan para pemodal dari negara lain”

Ketua GMNI Jakarta Pusat, Blasius Jacky juga mengatakan bahwa pembangunan berkonsep kepada maritim yang digaungkan Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla tidak memiliki dampak nyata kepada masyarakat Indonesia.
“Pembangunan dengan konsep maritim ini dipertanyakan sebab tidak jelas konsepnya, sebab membangun jalur maritim tidak sekedar membangun kapal dan pelabuhan, harus ada industri pengelolaan sumber daya hasil laut untuk mengoptimalkan pembangunan tol laut ini, yang pada nyatanya tidak ada”.

Serta Sekjen GPII Jakarta Pusat, Saudara Adi, yang mengatakan bahwa nawacita Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla belum ada yang terealisasi dengan baik.

” Penyediaan 10 juta Lapangan kerja yang dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo sama sekali tidak ada buktinya, yang ada malah angkatan kerja muda yang semakin banyak menganggur” katanya.

Dilanjutkan oleh Sekjen GPII Jakarta Pusat ini bahwa pembangunan yang dilaksanakan saat ini juga banyak tidak pada tempatnya, seperti rencana proyek Meikarta yang mengambil wilayah subur di daerah Jawa Barat.

“Ini mengancam ketahanan Pangan kita, jangan semua tanah dan wilayah subur berubah menjadi lahan proyek pembangunan” tukasnya.

Dalam diskusi ini juga dibagikan ratusan nasi kotak kepada anak jalanan sebagai wujud kepedulian kepada lingkungan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *